Ciee cieee uhuuy… suiit suiitt..
"Nunggu siapa tuh?"
"Sudah ada yang main ke rumah kah?" 
"Yakin masih mau sendiri aja?" 
Dan komentar komentar lain dari netijen yang isinya cabe. Pedes. Hahaha *justkidding 
Kalau ada yang nanya atau ngingetin gitu tu tandanya mereka sayang. Ngga usah emosi, tapi nggakpapa ngegas sikit. Pake gas nya yang 3kg aja, jangan yg 12 kg 😁😁 

Masjid An Nuur Biofarma, Bandung 2018

Huuuh *tarik nafas - tahan - keluarkan *okeey keep calm
Memang usia-usia rentan gini ya. Katanya sih quarter life crisis
Macem insekyuur yang menyesakkan dada gitu ceunah
Insekyuur tentang beban masa lalu, tentang hari ini dan masa depan 
Kalau kata ustadz Edgar Hamas, "insecure atau kekhawatiran itu ibarat bayangan, ia terlihat besar padahal sih biasa aja". Hehehe 
Oke ashoyaaap... 

Ada sebuah nasihat yang masuk dalam catatan harianku yaitu tentang keniscayaan atau kepastian dalam penantian. 
Penantian bertemu pasangan? 
Penantian memiliki momongan? 
Emmm mungkin lebih dari itu 

Iya. Ada hal yang lebih niscaya daripada menanti bertemu pasangan. 
Kematian. 
Kematian lebih niscaya dari semua dan apa-apa yang sedang pun diperjuangkan oleh manusia. Kematian lebih niscaya daripada bertemu pasangan. 
Ngga asyik ya obrolannya? 
Memang. Siapa yang bisa santai kalau udah bahas ini 😭😭😭 

Sampai ada sebuah tulisan yang aku note di hp isinya, 
"tak tahu antara impian, pasangan atau kematian yang melamar duluan. Yang pasti adalah kita semua sedang berada dalam daftar tunggu paling niscaya. Yaitu daftar tunggu kematian. Dan yang namanya daftar tunggu akan terus maju. Entah seberapa lama. Ia akan datang dan itu adalah kepastian" 

Serem ya? 
Iya memang. Serem bangeeeet 😱😱😱 
Dan lebih serem dari kata-kata doi "kita lebih baik temenana aja ya" *musik sedih 

Pas nulis inipun sebenernya ku takut. Takut untuk dimintai pertanggung jawaban kalau ternyata tulisan ini tak membawa manfaat baik dan tak bisa ku amalkan sendiri. #selfreflection #selfreminder 
Takut juga kalau ternyata hari ini adalah hari terakhir ku dan lamanya usia yg Allah kasih belum dimanfaatkan sebaik dan seproduktif mungkin. Aku yang masih sering lalai, masih sering ngeluh, masih sering sia-sia. 
Astaghfirullahhaladzim 😢😢😢 

Dan katanya sebaik-baik nasihat adalah tentang kematian. Yang mengingatkan kita untuk selalu berniat, bersiap, berbenah, dan berbekal untuk memantaskan diri. Mendekat ke Allah. 
Kalau sudah begitu, alangkah indahnya kalau kita bisa senantiasa mempersiapkan kematian. 
Mempersiapkan yang seperti apa? 
Mempersiapkan sebaik-baik nya diri dalam penantian. 
Adalah taat. Taat berarti menjalankan semua perintah dan menjauhi apa-apa yang dilarang. Taat dalam penantian. 

Bersiap untuk mulai berbenah. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal dan memberi sebanyak-banyaknya manfaat di dunia. Hingga kita kembali ketempat asal kita. Surga. Amiiinn 
Memantaskan diri untuk pasangan juga termasuk mempersiapkan kematian. Memantaskan diri yang gimana? Yang pasti yang sesuai dengan syariat Islam. #yanginijugamasihprosesbelajar 😁😁😁 

kata Wilda, 
Kak katanya hidup ini sebenernya tentang perlombaan mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan jiwa yang cenderung pada kelalaian dan kesia-siaan untuk menaiki tangga-tangga kehambaan. 
Yang kita lakukan setelahnya? 
Iya. Tunduk, pasrah, berserah atas semua perintah dan larangan. Atas semua takdir baik dan takdir yang pasti mengandung pelajaran baik. 
Berlomba untuk menjadi sabar, untuk menjadi ikhlas, Ridha dan taat. Hingga dicinta, dinanti dan dipersilahkan 
"Fadhuli fi ‘ibadi, wadhuli Jannati", sini hambaKu, istirahat di SurgaKu :") 

Genggam erat mereka sahabat-sahabat yang setia menjadi teman perjalanan dalam ketaatan, yang selalu mendengarkan, meluruskan dan yang mengingatkan tentang kematian. 

Mari saling mendoakan.
Sahabatmu, Siska Hermawati :) 

Dulu saat masih kecil, masih lucu dan gemes-in kalau ditanya ingin jadi apa jawabannya ingin jadi dokter atau ingin jadi guru. Tak pernah sekalipun terbesit cita-cita ingin jadi apoteker. Bahkan apa itu apoteker juga tak paham.

Tulisan ini tidak akan menceritakan tentang kenapa bukan dokter tapi apoteker. Tulisan ini dibuat untuk ikut di kegiatan nulisyuk hastag #PahlawanMedis #dirumahsaja


My team. Depo 2 (Farmasi Rawat Inap)


Saat lulus apoteker dan ditrima kerja di Rumah Sakit daerah lintas kota, teman bilang
"mungkin ini salahsatu cara Allah untuk memberi kesempatan siska jadi anak yang berbakti pada orangtua", kira-kira itu kalimat yang ia sampaikan. Sejuk sekali.

Saat memutuskan untuk bekerja, hal pertama yang aku fikirkan adalah pekerjaan seperti apa yang aku inginkan? Pekerjaan yang keren? yang banyak uang? atau mungkin yang diniatkan sebagai ibadah,  yang halal, atau yang tidak melanggar syariat islam?
Sampai suatu hari Allah gerakkan tangan ini membuka story instagram seorang teman, disitu ia menuliskan pesan 
"nak, tahukah pekerjaan yang mendekatkan kita kepada Allah itu seperti apa?"

Kata-katanya adem sekali.. ternyata bukan pekerjaan seperti apa yang aku inginkan tapi pekerjaan seperti apa yang Allah inginkan, pekerjaan yang mendekatkan seorang hamba kepada Rabb nya?

Lalu ia melanjutkan, "pekerjaan yang halal? yang diniatkan sebagai ibadah?

hmm.. Belum cukup. Lalu yang seperti apa?
Yang dengannya kita tak meninggalkan kewajiban kita kepada Allah.
Sibuknya bekerja tidak membuat kita lalai untuk sholat diawal waktu
Lelahnya bekerja tak membuat kita untuk bermalas untuk tilawah dengan meluangkan waktu
Kegiatan bekerja tak melepas lisan dan hati dari berdzikir mengingat Allah sepanjang waktu

Yang seperti itu sulit bukan, nak?
Benar nak, maka Allah sebut kehidupan ini sebagai ujian. Untuk menguji kadar iman dan taat kita. Agar kita menemukan apa yang sebenarnya kita kejar. Dunia yang sementara atau negeri akhirat yang selamanya."

Cc @wilda.go sayang sekali sama Wilda karena Allah

Untuk yang mau cari kerja  pun yang sudah bekerja sepertiku ini mari ingat-ingat lagi apa sebenarnya niat yang membalut hati, atau saat menulis ini pun aku harus menata niat dalam hati..
Gimana kalau Allah ternyata tidak meridhoi
Mungkin ada niat yang perlu dibenahi

Nasehat mbak Dewi,  saat kita mengerjakan suatu yang kita cintai, niscaya akan ada semangat dalam diri. Jadi mungkin bukan pekerjaannya yang kita cintai namun mengumpulkan amal karena Allah yang menjadi motivasi dan membahagiakan orang tua menjadi daya dorong diri

Sebenarnya aku tak tahu apakah tulisan ini akan nyambung dengan tema #PahlawanMedis dan #dirumahsaja hehe
tapi ada satu yang membuatku bersyukur, eh sebenarnya harus selalu beryukur atas semua hal tapi bahas yang satu ini dulu hehe

#PahlawanMedis
ini adalah foto bersama dokter, teman-teman perawat serta ahli gizi di tempaku bekerja



siang itu dr. Mia Sp.PD dokter yang menjadi penanggungjawab covid di RS kami visite ke ruang tempat dimana aku berada,

"dokter kok pucet wajahnya", kata seorang perawat
"lho ketok a rek? (lho kok kelihatan, rek *rek : bahasa swag nya guys ala jatim mungkin hehe)
padahal pake masker lo", jawab beliau santai. Memang beliau tipe yang sangat humble dan humoris.
"gimana kondisi pasien di ruang isolasi (pasien covid19)? kalau capek istirahat dulu dokter", sambung teman yang lain.
*beliau menjelaskan sekilas
"waah ini efek nggak pakai bedak nih, tapi kalo pake bedak nanti nempel di masker, belum lipstik e yaa, byuuh" sambung doker mia
*semua ketawa
"tapi ternyata make up itu penting yaa *sambil bercanda" , timpal beliau
terakhir beliau minta doa
-end of conversation 

Barakallah, barakallah, barakallah.. untuk semua tenaga medis, untuk semua tenaga penunjang medis dan untuk semua tenaga yang ikut berjuang dalam menghadapi ujian ini.
Dibalik senyum dan candaan itu ada tanggung jawab besar yang harus ditanggung.
Saat seruan pemerintah untuk #WFH Work From Home, alhamdulillah ternyata istilah #WFH juga bisa untuk Work From Hospital *tidak kalah trend yaa hehe

Bagi sebagian mereka yang sanggup berteman dengan letih, ku ucapkan selamat.
Kata mbak dewi letih adalah bagian dari kehidupan. Letih adalah bukti nyata ikhtiar dan perjuangan.
So...mari berbangga akan letih, bersyukur karena letih menjadi bagian dari keseharian. Bisa saja keberkahan dari Nya datang dari letih yang membersamai ragamu, saat ikhlas dan niat segala aktivitas hanya tertuju pada keridhoan Allah yang dirindu. Maka seharusnya jangan lagi kau sesekali menyesali letih di penghujung harimu, karena bisa jadi peluh keringat itu yang akan menyelamatkanmu, jangan lagi kau sesali kesibukan yang menyita waktu luangmu karena kita tidak pernah tau dari amalan mana yang akan mengantar kita kepada Rabb yang dituju... sebuah nasihat untukku, juga untukmu,
Barakallahu..
#covidlekaslahberlalu

Jadi ketika merasa hati mulai tak nyaman, banyak ragu nya daripada yakin mungkin disitu ada niat yang salah, mungkin ada niat yang perlu dibenahi, ingat kata Allah  bukankah amal perbuatan kita tergantung dari niat diri yang ada di dalam hati?



Siska Hermawati
Manusia.
Makhluk yang tercipta dengan sejuta rasa.
tak jarang rasa itu bisa membuat diri menderita
adalah ketika ada kejadian tapi tak bisa mengambil hikmahnya.
mendapat kritikan atau cacian, misalnya.

Cr. broken flower google


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Allah yang Maha Baik dalam firman Nya :

".......dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." Al Hajj : 22 [54]


"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." Al Mulk : 67 [13]



Kau tau apa yang paling mahal dalam kehidupan manusia?
Iya. Ikhlas. Keikhlasan.
dan taukah kamu bahwa ada yang lebih mahal lagi dari itu?
ialah rasa kasih sayang dan memaafkan saudaranya.

Mari belajar untuk ikhlas
Ikhlas lah seperti surat al ikhlas yang tak pernah disebut sepanjang ayatnya.
Ikhlas seperti matahari yang selalu setia menghangatkan bumi, namun tak menuntut balas budi.
Ikhlaslah seperti gula, tak pernah disebut bila kopi mu terasa manis namun dicaci ketika penikmatmu terkena diabetes

Dalam hidup ini haruslah siap dengan yang cocok dan yang tidak cocok,
Salahsatunya dengan orang yang memberikan kritikan

Tipikal orang yang mengkritik itu ada tiga : 
pertama, isi kritikannya baik, caranya benar
kedua, isi kritikannya baik, caranya kadang tidak cocok
ketiga, isi kritikan dan caranya tidak cocok

sakit hati ngga kalau ada yang mengkritik tapi cara nya ngga cocok gitu?
terkadang lisan ini tidak tahu, lisan ini membicarakan saudara kita, keluar lisan atau perbuatan yang menyakiti hati dan perasaan saudara kita, ada yang suka gitu?
Aku itu mah masih sering.. (maafin aku yaa temen-temen, maafin aku ya Allah.. :''(  

hmmm... hati mana yang ngga terluka ketika ada yang memberi kritik tapi cara dan isi nya ngga cocok? itu tuuh seperti cicak yang spontan mutusin ekornya sepihak. hmm kan bisa toh diomongin baik-baik. #curcol #apasih

Tapi kata Allah setiap kejadian pasti ada hikmahnya, tinggal kita bisa ambil hikmah itu apa ngga,
gitu kan?
Sekarang mari berhusnudzon,
Mungkin lewat orang terebut Allah sedang menjawab doa-doa
Mungkin lewat kritikan itu, Allah sedang mengingatkan hamba terkasih Nya,
atau Allah sedang menegur kita,
bisa juga Allah sedang menyelamatkan kita dari suatu hal yang tidak kita tahu di luar sana
Jadi... mari cari 1001 cara untuk berprasangka baik

Ini adalah sebuah definisi "ikhlas" bila ada orang yang menyakiti :
Ikhlas adalah ketika kita bisa tetap tersenyum lebar mendoakan orang yang menyakiti kita dengan tulus.
Karena percayalah tidak ada yg abadi di dunia ini termasuk rasa sakit.
Dunia ini hanya sementara, hanya tempat singgah,
Kebahagaiaan yang abadi itu nanti
dan itupun kalau kita bisa mencapai surganya Allah.

Dan memaafkan itu sesuatu yang baik
memaafkan akan membuat diri semakin kuat dan mengerti bahwa disakiti itu menyakitkan,
ini juga akan menjadi pelajaran untuk diri sendiri agar tidak menyakiti orang lain, apalagi membalasnya.
Biarlah dia melihat betapa hebatnya diri kamu dan Allah yang akan mengatur teguran untuk dia.
Sungguh kita tidak akan hina dengan perbuatan atau perkataan orang lain tapi dengan perilaku kita sendiri.
Berlembut hatilah.

Terakhir, diambil dari kutipan ceramah aagym
Ingatlah bahwa masalah itu adalah bagian dari karunia
Jadikan setiap episode manusia menjadi karunia yang mendekatkan diri ke Allah
Tidak perlu pintar untuk menyelesaikan masalah, tapi perlu takwa
Makin patuh pada Allah,
makin pasrah pada pengurusan Allah
dan makin taat pada Allah
Maka Allah akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita

Wallahu A'lam Bishawab

Wassalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh


- SISKA HERMAWATI


Sebuah nasihat dari Ust. Salim a Fillah
jika ingin Allah cinta kita maka Mengemislah di langit dan bermanis di bumi
Maha suci dzat yg apabila kita merasa hina dihadapanNya, Ia memuliakan kita
Apabila kita merasa rendah dihadapan Nya, Ia meluhurkan kita
Apabila kita merasa bodoh dihadapan Nya, Dia mengajari kita
Apabila kita merasa lemah dihadapan Nya, Dia menguatkan kita
Apabila kita merasa berdosa dihadapan Nya, Dia mengampuni kita.
Dia lah Allah SWT.

DQ 80 Daarut Tauhiid
Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali RA pernah menyampaikan satu nasihat,
“Dengan apa kalian tak mendekat kepada Allah? Dengan ibadah seperti apa kalian tak menggapai ridho Allah? Sementara orang2 sebelum kalian berlalu mereka dengan ibadahnya yg tak dapat kalian tandingi dari yg kanan (sukses) sampai yg kiri (ahli ibadah tp berakhir tragis)”

Semakin seorang hamba banyak meminta, banyak hajat, keinginan, kebutuhan dan keperluan dgn Nya, maka Dia akan semakin cinta.
Mari menjadi pengemis disisi Allah SWT dgn semua hajat itu.
Tumpah ruahkan.
Berhajat..
Berhajat terus kepada Allah
Mengemis..
Mengemis terus kepada Allah
Ya Allah jadikanlah kami orang yang sabar
jadikanlah kami orang yg dibimbing oleh Mu

cr. google
Ialah Yunus
Nabi yang diuji dengan kelemahan hatinya
Nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah karena mereka tak mau menyembah Allah
Yunus yang pergi dengan keadaan putus asa dan berdosa menaiki kapal dan berlayar meninggalkan kaumnya
Dalam perjalan, takdir Allah membuat Yunus harus menjatuhkan diri ke laut dan masuk kedalam perut ikan
Dalam keadaan gelap pekat dan dengan kelemahan hati nabi Yunus berdoa kepada Allah SWT

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya”.
Agungkan seagung-agungnya Allah,
Rendahkan serendah-rendahnya diri dihadapan Allah,
Lalu setelah nabi Yunus mengemis, apa yg terjadi?
Ikan nya naik dan memuntahkan nabi Yunus ke pantai
Dan ketika Yunus kembali ke kaumnya, mereka semua telah beriman.
Kapan mereka beriman? Ketika Nabi Yunus berdoa

Ternyata apa yg tak bisa diraih bertahun-tahun seperti yg dilakukan Nabi Yunus, ketika dengan ketulusan hati mengemis kepada Allah semua selesai.
Makin kita merasa tak berdaya dihadapan Allah, ketika itulah Allah akan menjajakan kita.

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).


SISKA HERMAWATI
Senja di Jepara

"Hatiku telah berkelana jauh. Melewati jalan berliku. Aku tak pernah sampai dan aku tak sanggup pulang"
Seperti senja kelabu yang berharap menjadi biru. Ambilah sebuah pelajaran dari kisah-kisah terdahulu.
Adalah "Zakariya."

Nabi Zakaria yang telah renta dengan suara lembut melangitkan doanya,


قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
[QS Maryam : 4]


"Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah terpenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, ya Tuhanku.." [19:4]

Kisah Nabi Zakariya yang renta dengan istrinya yang mandul. Dalam asa ia senantiasa berdoa
Berapa lama Zakariya berdoa? Setahun? Dua tahun? Sepuluh tahun? Limapuluh tahun? Tidak. Lebih lama lagi.

Lalu apa yang ia katakan kepada Tuhannya?
"Aku belum pernah kecewa dalam berdoa , ya Tuhanku."

Akhirnya, diusianya yang senja, ia dikaruniai Yahya. Yang belum pernah diciptakan sepertinya. Yahya yang diberkahi sepanjang hidupnya di dunia dan di akhirat. Sungguh semuanya mudah bagi Allah. Allah yang Maha Kuasa untuk menciptakan sesuatu.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Zakariya adalah, tak sekalipun ia lelah maupun kecewa untuk melangitkan doanya, ketika doa itu belum terkabul maka disambungnya dengan doa-doa terbaiknya hingga datanglah jawaban doa itu di usianya yang senja.
Zakariya memohon seorang putra sebagai penerus dakwahnya karena ia cemas kaum bani israil akan kembali pada kekufuran.
Barakallah.


SISKA HERMAWATI

Zakariya

by on 12:51
Senja di Jepara "Hatiku telah berkelana jauh. Melewati jalan berliku. Aku tak pernah sampai dan aku tak sanggup pulang" Se...
Terkadang kita lupa, tersibukkan dunia memenuhi kebutuhan jiwa dan raga.
Di satu sisi, orangtua kita juga terus melemah dan menua


Cr. Google

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wr.wb

Nasheed Ya Ummi Ma Muhammad Al Muqit



Ya Ummi ma
Tuhan berpesan kepadaku untuk berbakti kepadamu 
Betapa seringnya engkau begadang agar aku tidur terlelap 
Betapa sering kerongkonganmu kering agar aku bisa minum dengan puas 
Saat aku sakit, air matamu bercucuran seolah berharap engkau saja yang merasakannya 
Ketika tiba waktunya aku safar, tak hentinya doamu mengiringi setiap langkah 

Terkadang kita lupa, tersibukkan dunia memenuhi kebutuhan jiwa dan raga. 
Di satu sisi, orangtua kita juga terus melemah dan menua 

Ya Ummi
Ya Abi 

Bismillahirrahmanirrahim...

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata,
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” 
(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548) 

Ya Ummi ma 
Sungguh kasihmu sepanjang masa 
Semoga air susumu tak ku balas dengan air tuba 
Semoga Allah selalu memberikan rahmatnya kepada engkau
Kepada orangtua kita semua para pembaca
Amin 


{وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) }

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
QS. Luqman  31 :13-15

Beban terberat manusia di dunia dan akhirat adalah dosanya.
Persiapkan diri agar amal diterima. Bukan banyaknya amal tapi diterimanya amal.

Biarpun Sholatmu Beribu-ribu Rakaat, Hajimu Berkali-kali, Sedekahmu Berjuta-juta Tapi Saat Kau Gores Hati Ibumu Surga Bukan Milikmu

Selagi orangtua masih hidup di dunia ini, berbaktilah. berbaktilah. berbaktilah !
Bagaimana jika orangtua sudah tak ada?
Maka doakan, kirim kan doa terbaik.

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

wassalamualaikum wr.wb

SISKA HERMAWATI

Ya Ummi Ma

by on 01:35
Terkadang kita lupa, tersibukkan dunia memenuhi kebutuhan jiwa dan raga. Di satu sisi, orangtua kita juga terus melemah dan menua ...
Akan ada waktunya kita untuk paham mengapa kita harus melalui serangkaian keresahan dan kekhawatiran ini.
Ada yang sayang dan langsung diungkapkan, ada juga yang sayang namun dipendam pun yang sayang namun diabaikan. kamu tipe yang mana? :)


cr. google

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum wr.wb

Kemarin Allah gerakkan tangan ini untuk membuka story instagram seorang teman. Teman taat. Barakallah isi feeds nya selalu menjadi booster. Jazakillah khair. Tentang orang yang pernah bilang "sayang banget" sama dia.
Semoga Allah berikan pahala yang terus mengalir padamu Wilda, seorang yang dengan sikapnya membuatku selalu ingat Allah, yang dengan tutur katanya membuat hati ini selalu ingin dekat dengan Allah. Jazkillah khair wil :''')))) ku sayang sekali denganmu karena Allah


SERING DAPAT KALIMAT "SAYANG " DARI ORANG.
"SAYANG BANGET" katanya.

Tulisan ini sebagian besar dari postingan Wilda di story IG nya beberapa waktu lalu :'')

Sayang.
Iya. Sayang banget.

Dulu waktu belum berhijab, ada yang bilang, sayang banget rambutnya indah tapi nggak di tutup hijab
"oh iyaa, soalnya kalau berhijab nanti ketombean"
hmm.

Saat sudah mulai berhijab dan sukanya pakai jilbab paris tipis-tipis romantis (yang katanya mirip saringan tahu), temen bilang sayang banget itu jilbabnya nerawang, kelihatan rambutnya.
"kalau pakai yang tebel-tebel suka gerah"
hmmm.

Sudah berhijab tapi masih pakai celana jeans ketat (yang katanya kolor panjang), teman bilang sayang banget pakaiannya masih membentuk lekuk badan.
"iya kalo pakai rok nanti terbang-terbang, ngga bisa buat naik motor pula"
hmmmm...

Berhijrah itu berat sahabat,
Semangat dan tekat keras dalam berhijrah tak berbanding lurus dengan kemudahan.
Kalau ia berbanding lurus dengan kemudahan, maka hijrahnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa salam dan para sahabatnya pasti hijrah termudah sepanjang masa.
Tapi lihat. Betapa banyak kehilangan?
Betapa banyak yang ditinggalkan
Betapa banyak yang dikorbankan?

Sekarang, jilbab dan pakaian sudah oke tapi sayang banget belum pakai kaos kaki.

Semua sudah oke, tapi sayang banget kalau ngga pakai manset, bajunya kan sering keselingkep jadi aurat tangan masih kelihatan.

Atau ketika tiba waktu sholat dan adzan berkumandang tapi masih sibuk main gadget atau ngerjain sesuatu, teman bilang sayang banget ini Allah sudah panggil tapi ngga segera datang

Atau kalau setelah selesai sholat langsung ngelipet mukena, temen bilang sayang banget kalau ngga ditambah dzikir sama sholat sunnah

Saat mulai berhijrah namun belum istiqomah, teman bilang sis istiqomah itu susah, yang mudah itu istirahat. Iya bener banget, istirahat berkepanjangan adalah zona nyaman yang bahaya.
Berhijrah itu susah, seperti melawan arus. Hanya sampah dan bangkai ikan yang mengikuti arus.
Sayang banget kalau selama hidup peran kita cuma jadi sampah atau bangkai ikan

Ingat : "Akan selalu ada hal-hal yang didatangkan untuk menguji keimanan kita."

Kalimat-kalimat sayang dari teman yang sering membuat jengkel.
Kalimat-kalimat sayang yang terkadang disepelekan. Padahal itu tanda bahwa temen kita sayang banget sama kita.
Teman yang mau bikin kita taat kepada Allah Yang Sayang Banget sama kita.
Ingin menjaga kita. Menjaga dari hal-hal yang tidak kita ketahui
di luar sana.
Temen yang sayang banget karena ngingetin kita kalau Allah sama sekali ngga lihat rupa, tapi taqwa kita.
Taqwa yang berarti mengikuti semua perintahnya dan menjauhi laranganNya.

Allah yang sayang bannget sama kita dengan mengirim teman seperti itu
Dan sayang banget kalau sudah diingetin, dibimbing menuju hidayah, terus kita abaikan begitu saja

Sayang banget


Jazakillah khair.
Credit : @wilda.go
Semoga berkah Allah selalu menyertaimu. Menyertai orang-orang yang juga berjalan di jalan Allah. Amin

#sharingiscaring #berhijrah #sholehahbareng #janganmausholehsendiri #reminder
Wassalamualaikum wr.wb


-SISKA HERMAWATI