Showing posts with label DQ80. Show all posts
Showing posts with label DQ80. Show all posts
"kata aagym sekarang ini ngga cukup cuma ngecharge (keimanan). Kita harus punya power bank. Yaitu teman taat".
TEMAN TAAT
BUKAN teman tapi mesra atau teman tapi menikah
(beda content ^__^ )

Ikhwan akhwat jangan mau sholeh/hah sendiri
bersama lebih baik daripada sendiri :)

MasyaAllah tabarakallah bagi sahabat-sahabat yang selalu menjadi power bank ku :'''')))

 Assalamualaikum wr.wb

"Rihlah kembali ke... pondok"


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Waktu berlalu begitu halus menipu kita yang terlena

Belum sempat berdzikir di waktu pagi, tau-tau hari sudah menjelang siang,
Belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.

Niat pukul 9 pagi hendak Sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dhuhur sudah terdengar

Teringin setiap pagi membaca 1 juz Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan.

Komitmen untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan Tahajjud dan Witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan

Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berhura-hura dengan usia?

Lalu tiba-tiba masuklah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan panggilan "Kek.. Nek.." menandakan kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat

Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrohim tidak pernah buat

Jika sudah demikian, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut?

Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku

Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?

Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati?

Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.

Astaghfirullah :'''(

Bagaimana perasaan sahabat semua setelah membaca puisi Buya Hamka diatas? Tercydukkk atau B aja. Fii amaanillah (semoga selalu dalam lindungan Allah)

Ingatkah sebuah kisah ketika seseorang berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra :
"Ya Ali kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabat-sahabatmu itu?"
Sayyidina Ali menjawab :
"Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah"

Terimakasih teruntuk semua sahabat-sahabatku yang selalu mendukungku. Menjadi power bank ku. Semoga Selalu dalam lindungan Allah :)

#TEMAN TAAT
Jadi siapa sebenarnya TEMAN TAAT itu?
Teman taat adalah sebaik-baiknya kawan.
Kawan terbaik adalah...
Seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kita kepada Allah
Seseorang yang dengan perkataannya bertambah amal kebaikan kita
Seseorang yang dengan amal-amalnya mengingatkan kita kepada akhirat
(disarikan dari HR. Abu Ya'la)

Merasa bukan teman taat untuk sahabat kalian? Kalau siska sangat merasa :''(( masih sering sekali labil, masih sering mentolerir diri dengan hal-hal yang jelas Allah tidak suka. Masih sering dzolim terhadap diri sendiri dan orang lain :''(((
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk orang-orang yang kita sayangi?

Selalu libatkan Allah dalam semua kegiatan kita, hal yang sederhana tapi sangat berharga adalah dengan mendoakan sahabat-sahabat kita selalu dalam lindunganNya. Bertemu di Jannah Nya. Kalau diantara kalian yang membaca ini dan suatu saat nanti berada di surga duluan dan disana kalian tidak menemukanku, tolong... tolong panggil aku.. tolong ajak aku ke surga Nya wahai sahabat...

saat berpisah dengan teman duniamu
Selalu ingat pesan aa kalau iman seseorang itu tidak bisa konstan atau terus naik. Adakalanya iman seorang itu akan menurun. Namun apa hal terbaik yang Allah sukai? yaitu ketika iman kita menurun, kita segera ingat Allah. Istilahnya mah ngecharger iman biar full lagi. Ngecharger pun perlu alat. Perlu power bank. Power bank kita yaitu "Teman Taat". Teman taat yang bisa selalu menasehati kita dalam kebaikan dan kesabaran. Bisa orang bisa media (youtube, akun-akun positif atau buku). Apapun yang mendekatkan pada tujuan. Grafik iman yang tadinya turun akan naik lebih tinggi dari sebelumnya. emmm kurang lebih ilustrasinya seperti ini :

Jangan mau terlihat sholeh. Kalau mau sholeh ya sholeh aja. 
Jangan mau terlihat ramah. Kalau mau ramah ya ramah aja
Jangan mau terlihat sabar. Kalau mau sabar ya sabar aja
Jangan mau sholeh/hah sendiri 
kalimat yang sering sekali aa ucapkan untuk mengingatkan kami yang sering lalai dan sombong :''(((

Berlomba-lombalah menjadi sholeh/hah. Bukan berlomba-lomba agar terlihat sholeh/sholehah.
Berdakwah untuk mengharumkan agamamu, BUKAN untuk mengharumkan namamu.

"...Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." [An Najm QS.53 : 32]

Akhwat DQ 80

Untukku dan dirimu shalihaa...
untuk apa mengejar penilaian manusia
bila akhirnya hanya penilaian Allah yang membawa kita ke surga atau neraka
keberadaan kita disini takkan lama
karena dunia diciptakan hanya sementara
jika yang dicari hanya penilaian manusia
lalu apa bekal kita ketika esok hari menghadap-Nya?
hari dimana...
penilaian manusia sungguh tiada lagi berguna :'''((
#ninaislami

Wassalamualaikum wr.wb


SISKA HERMAWATI

TEMAN TAAT

by on 02:45
"kata aagym sekarang ini ngga cukup cuma ngecharge (keimanan). Kita harus punya power bank. Yaitu teman taat". TEMAN TAAT BUKAN...
"Berhijrah itu seperti melawan arus, berat. Hanya bangkai ikan dan sampah yang mengikuti arus"

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr.Wb

Readers yang sholeh dan sholehah,
aku tak sebaik postinganku
jangan kira semua postinganku mencerminkan diriku,
aku takut kamu menilaiku terlalu baik
padahal kamupun tidak mengenalku.
bagaimana kamu hanya tahu aku lewat gambar dan caption saja?
tanpa tahu keseharianku, masa laluku, dan keburukanku yang tidak mungkin aku post?

Cr. @gerakanremajaberhijrah

Postingan diatas "gue banget" kalo kata ustadz hanan mah.

Mabit DQ80

sahabat fillah,
aku tak sebaik postinganku, 
bersyukur beribu-ribu syukur, beberapa waktu lalu diberikan kesempatan untuk belajar di Daarut Tauhiid Bandung. 
Sekilas video selama belajar disana. Cekidot klik : Dauroh Qolbiyah 80

Sahabat, sungguh aku bukanlah orang yang ahli dalam agama. Namun aku ingin sekali bisa bermanfaat bagi agamaku, agama Islam yang indah. Islam yang Rohmatan lil alamin (Islam yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.)
Allah tegaskan hal tersebut dalam firman-Nya, “Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. al-Anbiya: 107)

Banyak sekali pelajaran yang saya dapat darisana, karena kata aagym,
"Jangan mau sholeh/hah sendiri".
Ketika ada ilmu yang didapat lebih baik di share supaya kita bisa sholeh/hah bareng dan insyaAllah pahala ilmu akan terus mengalir :) insyaAllah di postingan dan bloggeri ini kedepannya insyaAllah saya akan sharing beberapa pelajaran yang telah saya dapat, supaya kita bisa sama-sama belajar :)

(Semoga apa yang tertulis disini tidak membuat diri ini menjadi Riya' dan Ujub)

aku tak sebaik postinganku
sahabat... pernah merasa gelisah nggak sih setelah memposting sesuatu atau bahkan sebelum memposting sesuatu? aduh nanti gimana ya pikiran orang yang ngebaca/ngelihat ini? aku harus nulis apa biar banyak yang ngelike? nulis apa yaa biar doi peka, biar doi ngelike dan blaah blaah blaa..
Hmm.. kalau siska sih sering yaa udah nulis caption sepanjang jalan pantura dan ujung-ujungnya di apus, nggak jadi dipost. Asa ragu gitu. Hehehe

haruslah ada tertanam dalam diri bahwa ini bukan tentang seberapa banyak likes dan komen dari postingan kita namun siapa yang hatinya tergerak untuk selalu berusaha berbuat baik, mengindari yang Allah tidak suka. Dan syariatnya bisa bermacam-macam.

Pelajaran pertama :

"Berbicara hanya ada dua pilihan, berbicara baik atau diam (dengan cara yang baik)"
tidak mudah berbicara baik, tidak mudah pula diam dengan cara yang baik. Gunakan mulut untuk mencegah kemungkaran, sebab orang yang berbicara kurang baik adalah yang mencari kebaikan di depan makhluk, mengupgrade diri dengan kebohongan.

"Jangan ingin kelihatan sholeh. Sholeh aja !"
"Jangan ingin kelihatan ramah, Ramah aja !"

Orang-orang yang ingin lebih dari kenyataan dan ingin dipuji orang akan tidak tenang jika tahu kenyataan. Inilah orang-orang yang inkonsisten hidupnya. Inilah orang-orang yang MENUHANKAN PUJIAN, PENGHARGAAN DAN PENILAIAN ORANG.

Banyak diantara kita yang di depan sholeh/hah, tapi dibelakang melakukan maksiat. Ingat sahabat, Allah menyaksikan semua maksiat kita.

Cara mengobatinya adalah Laa ilaaha illallah ( لآإِلَهَ إِلاَّ الله ) 

mengamalkan kalimat yang sering kita ucapkan, tak hanya sekedar diucapkan lewat lisan namun ditanamkan dalam hati. Laa ilaaha illallah. Bahwa Allah adalah satu-satunya yang kita sembah. Semua yang ada di dunia ini bersujud pada Nya. Ketika Allah sudah berkata "Kun fayakun" jadilah maka jadilah ia.

berusaha sekuat tenaga agar Allah suka dengan kita. Orang yang sibuk mencari penilaian di depan Allah tidak akan riweuh dengan orang lain. Evaluasi diri, jangan cari kedudukan dan pujian di depan makhluk. Carilah keridhoan Allah. 

Pentingnya belajar agama adalah agar mengerti apa yang Allah sukai. Terkabulnya doa adalah Allah yang kehendaki dan tentukan, bukan kita yang tentukan.

Pupuk iman adalah ilmu orang tidak akan selamat dengan amalnya tapi dengan rahmad Allah

Syukurilah apa yang ada daripada mencari yang tidak ada.
Doa itu adalah ibadah, jangan mengatur Allah. Tugas kita adalah :
1. Luruskan niat jika menginginkan sesuatu
2. Sempurnakan ikhtiar
3. Pasrahkan kepada Allah

aku tak sebaik postinganku


pernah ngga sahabat merasa kecewa? misal udah nulis caption paling indah seindah-indahnya caption dengan font Britanic Bold (emangnya bisa yaak? :D ) tapi nggak di like sama doi, yang ngelike dan komen sedikit, atau kecewa karena keinginan out of expectation dan hati ngagerundel wae. Coba ditafakuri lagi apa yang sebenarnya membuat kita kecewa?

------

sadar ngga sih kalau yang membuat kita kecewa adalah kita terlalu sibuk mencari penilaian di depan makhluk, kita terlalu bergantung kepada makhluk. padahal makhluk juga belum tentu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri ☺☺☺ maka, bergantunglah kepada sang pencipta makhluk.

Tiada Illah yang patut di sembah selain Allah. Air yang mengalirpun menyembah Allah.


Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.


selalu libatkan Allah disetiap tindakan kita, disetiap gerakan kita dan disetiap nafas yang kita hembuskan.

Semoga selalu disayang Allah. Semoga dalam lindungan Allah.


Wassalamualaikum wrwb


-Siska Hermawati-